Jakarta, KompasOtomotif - Meluncurnya All-New Nissan X-Trail bisa menjadi momen untuk berburu model lama. Seperti biasa, untuk menghabiskan stok, diskon pun mulai dilempar para tenaga pemasaran. Potongan harganya cukup fantastis, mencapai Rp 75 juta.
Dari keterangan salah satu tenaga pemasaran Nissan di area launching, Senayan City, Jakarta, (12/9/2014), jumlah unit sangat terbatas. Itu pun tidak semua model dan warna ada. Perkiraannya, tinggal tipe Urban dan XTremer yang harga on the road-nya Rp 399 juta dan Rp 410 juta.
"Diskon semua sama. Itu pun hanya untuk yang 2.500cc. Tipe 2.000cc kemungkinan sudah habis, supervisor tidak menyarankan untuk ditawarkan karena sangat susah dicari," ujar tenaga pemasaran itu.
Ditambahkan, pilihan warna juga sudah tak banyak lagi. Kemungkinan besar tinggal warna hitam. Mobil yang dipesan juga akan dicarikan dulu, tidak langsung tersedia.
Teddy Irawan, Vice President Director PT Nissan Motor Indonesia membenarkan adanya diskon tersebut. Meski tak menyebut besaran diskon, dirinya kembali menegaskan bahwa stok tidak banyak. "Paling secara nasional tinggal 100 hingga 200-an unit," ujarnya.
Jumat, 28 November 2014
Kamis, 27 November 2014
Inilah Salah Satu Kelemahan Mobil Otonomos
Detroit, KompasOtomotif - Salah satu kelemahan sistem mobil otonomos adalah ketergantungan pada peta digital sebagai alat navigasi. Jim Keller, Kepala Insinyur Honda R&D Americas Inc mengatakan, mobil-mobil yang bisa bekerja tanpa pengemudi membutuhkan data peta yang selalu updateagar sistem bisa berjalan dengan aman.
Setelah Google mulai pengetesan mobil otonomos mereka, muncul pertanyaan mendasar, bagaimana bila kondisi di jalan berubah dan mobil otonomos masih menggunakan peta lama. Sistem bisa salah membuat keputusan sebab tidak bisa mendeteksi lokasi yang belum terekam.
Keller mengemukakan pandangan, di masa depan mobil otonomos tidak bekerja secara individu tapi bersamaan. Di jalan, setiap mobil akan memberikan informasi yang bisa diakses mobil lain. Kondisi ini mirip konsep aplikasi navigasi interaktif Waze yang memungkinkan penggunanya memperingati pengguna lain tentang rintangan yang akan dihadapi di depan jalan, seperti kemacetan, penutupan jalan, kecelakaan, dan yang lain.
Keller menjelaskan, menciptakan sistem ini perlu merangkul banyak pihak, yakni pabrikan, pembuat peta, perusahaan teknologi, pemerintah, serta masih banyak sumber industri lain.
Krusial
“Pemetaan akan sangat krusial di masa depan. Hampir seperti hubungan simbiosis antara perusahaan otomotif dengan apa yang kita butuhkan dan minta dari peta,” ujar Keller di acara Intelligent Transport Systems World Congress, di Detroit, AS, seperti diberitakan Automotive News, pekan lalu.
Krusial
“Pemetaan akan sangat krusial di masa depan. Hampir seperti hubungan simbiosis antara perusahaan otomotif dengan apa yang kita butuhkan dan minta dari peta,” ujar Keller di acara Intelligent Transport Systems World Congress, di Detroit, AS, seperti diberitakan Automotive News, pekan lalu.
Terakhir, Keller mengatakan, setiap perusahaan yang ingin terjun ke teknologi mutakhir seperti ini wajib bisa memproduksi mobil otonomos yang bisa mempelajari situasi saat berjalan. Dengan begitu setiap keputusan bisa diambil dengan aman. Meski begitu ia mengakui masih ada banyak pertanyaan yang butuh jawaban.
Mitsubishi Pastikan Tampilan Beda untuk MPV Sejuta Umat
Jakarta, KompasOtomotif - Meski terbilang terlambat bermain di segmen mobil multiguna bawah (Low MPV), Mitsubsihi masih optimis bisa ikut merasakan manisnya persaingan pada segmen terbesar di pasar otomotif Indonesia tersebut.
Bila tak ingin hanya jadi pelengkap, diperlukan strategi khusus buat menantang para kompetitor yang sudah mantap di dalam persaingan. Mitsubishi Motor Corporation (MMC) selaku principal, sangat menyadari kondisi ini, dan terus mempelajari peta persaingan sebagai modal dasar sebelum menelurkan MPV sejuta umat 2017 nanti.
"Kami sadar persaingan MPV di Indonesia sangat ketat, kami harus bisa mengakali itu. Semua perlu perencanaan yang matang agar bisa ikut bersaing dengan kompetitor," jelas Osamu Masuko, Chairman and CEO of MMC, saat bersua dengan wartawan, di kantor pusat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Jakarta, Selasa (16/9/2014).
Diferensiasi
Masuko melanjutkan, untuk bisa memenangkan persaingan atau setidaknya mendapat perhatian lebih dari konsumen, diperlukan sesuatu yang berbeda. Artinya, MPV yang akan diluncurkan nanti harus benar-benar memiliki kelebihan yang tidak dipunyai kompetitor.
"Diferensiasi sangat penting agar bisa memenangkan kompetisi. Model kami akan total sempurna sebagai mobil baru secara keseluruhan. Rancangan menyadur dari semua model Mitsubishi yang lain, baik SUV atau city car yang sudah ada," jelas Masuko lagi.
Masuko juga menyatakan, rancangan LMPV ini bukan dibangun berdasarkan model Mirage. Menurutnya, platform hatchback dan LMPV berbeda, hingga sulit disatukan. "Bukan pengembangan dari model lain, seperti Mirage. Ini benar-benar baru dari awal," tutup Masuko.
Bila tak ingin hanya jadi pelengkap, diperlukan strategi khusus buat menantang para kompetitor yang sudah mantap di dalam persaingan. Mitsubishi Motor Corporation (MMC) selaku principal, sangat menyadari kondisi ini, dan terus mempelajari peta persaingan sebagai modal dasar sebelum menelurkan MPV sejuta umat 2017 nanti.
"Kami sadar persaingan MPV di Indonesia sangat ketat, kami harus bisa mengakali itu. Semua perlu perencanaan yang matang agar bisa ikut bersaing dengan kompetitor," jelas Osamu Masuko, Chairman and CEO of MMC, saat bersua dengan wartawan, di kantor pusat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Jakarta, Selasa (16/9/2014).
Diferensiasi
Masuko melanjutkan, untuk bisa memenangkan persaingan atau setidaknya mendapat perhatian lebih dari konsumen, diperlukan sesuatu yang berbeda. Artinya, MPV yang akan diluncurkan nanti harus benar-benar memiliki kelebihan yang tidak dipunyai kompetitor.
"Diferensiasi sangat penting agar bisa memenangkan kompetisi. Model kami akan total sempurna sebagai mobil baru secara keseluruhan. Rancangan menyadur dari semua model Mitsubishi yang lain, baik SUV atau city car yang sudah ada," jelas Masuko lagi.
Masuko juga menyatakan, rancangan LMPV ini bukan dibangun berdasarkan model Mirage. Menurutnya, platform hatchback dan LMPV berbeda, hingga sulit disatukan. "Bukan pengembangan dari model lain, seperti Mirage. Ini benar-benar baru dari awal," tutup Masuko.
Langganan:
Postingan (Atom)